Langsung ke konten utama

SISTEM FAMILI DALAM KEPEMIMPINAN


“Min Waliyal Muslimiina Syai An Fa Aqarra ‘Alaihim Ahadan Ma-haa baatan Fa alaihi La ‘natullaahi.”

Artinya: Barangsiapa diangkat sebagai kepala/pemimpin, kemudian ia mengangkat pembantu-pembantu/wakil-wakilnya karena ada hubungan kekasih/family, maka baginya akan mendapat laknat dari Allah (HR.Hakim)

Penjelasan:
Seorang pemimpin sudah pasti memiliki tanggung jawab yang besar akan kepemimpinannya. Pemimpin yang tidak bertanggung jawab adalah pemimpin yang berkhianat. Sedangkan pengkhianatan dalam kepemimpinan menandakan dekatnya dengan kehancuran.

Sukses hanya akan berhasil apabila sang pemimpin itu melaksanakan ketetapan-ketetapan yang telah digariskan, baik ketetapan pemerintah atau ketetapan Allah.
Salah satu ketetapan diantara sekian banyak ketetapan dalam peraturan islam adalah

Aturan Pengangkatan Pemimpin. Dalam sabda nabi diatas ditegaskan bahwa seorang pemimpin yang telah diangkat oleh rakyat, kemudian ia mengangkat pembantu/wakilwakilnya mengutamakan orang orang yang paling dekat, karena hubungan famili, kekeluargaan, atau karena teman yang paling akrab, dan lebih jahat lagi karena mengutamakan yang lebih banyak memberi harta risywah(harta suap), maka pemimpin yang demikian sudah sepantasnya mendapat laknat dari Allah kelak.

Tanggung jawab setiap pemimpin memang berat namun mulia. Tanggung jawab ini akan menentukan hasil/buah dari kepemimpinannya.

Pemerintahan yang baik tentu akan membuahkan manfaat bagi masyarakat. Namun pemerintahan yang jelek pasti menimbulkan kerusakan, dan kehancuran.

Maka suatu pedoman bagi pemimpin yang telah diberi tanggung jawab oleh rakyat, untuk dapat melaksanakan amanatnya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tuntutan dan harapan rakyat, bukannya malah senantiasa mengkhianati rakyat.

Suatu pemerintahan akan baik jika sang pemimpin dan pembantu-pembantunya menunaikan kewajibannya dengan baik pula. Maka kewajiban pemimpinlah untuk memilih dan betul-betul menyeleksi terhadap wakil-wakil atau pembantu-pembantu dalam melaksanakan kewajibannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SOAL ACCURATE TEORI 2015 - ANHS

1.       Yang bukan software akuntansi adalah ... A.     DacEasy Accounting B.      MYOB Accounting C.     Accurate D.    Ms.Paint E.     Zahir Acc 2.       Accurate adalah software akuntansi yang dibuat dari negara... A.     Irlandia B.      Canada C.     Australia D.    Indonesia E.     Amerika 3.       CPSSoft adalah Kepanjangan dari.. A.    Cipta Piranti Sejahtera B.      Cipta Perusahaan Sejahtera C.     Cipta Perusahaan Software D.    Cipta Piranti Software E.     Cempaka Piranti Sejahtera 4.       Eksistensi file dari program software komputer akuntansi Accurate adalah... A.     GB B.    ...

Bertemu Tiga September

Malam ini, cuaca tak terlalu dingin ataupun panas. Berbeda dengan biasanya, daerah Priok memang bagai sebuah kewajiban kalau rada ‘gerah’. Sudah sekitar pukul 00.15 dan aku masih sibuk dengan laptopku. Hari yang berganti ini memang tak asing, bukan karena sekarang adalan senin – minggu. Melainkan, aku paham betul bahwa hari ini bertepatan dengan tanggal kelahiran seseorang yang menjadi tonggak keluargaku. Ialah ayah. Seorang laki-laki yang seharusnya paling ku hormati di antara keluargaku. Aku masih belum mengucapkan apa pun kepada ayah pada menit ini. Bahkan aku tak menyiapkan hadiah untuknya. Aku sadar bahwa tak seharusnya malu untuk sekedar mengucapkan do’a secara langsung di depan ayah. Tak ada salahnya, apalagi ini adalah hari spesialnya. Seketika aku teringat akan batas umur ayah, yang entah akan benar-benar terjadi atau tidak. Namun harapku, semoga ayah bisa di sini lebih lama. Bersamaku, bersama ibu, dan kedua adikku. Kira-kira pukul 00.19, aku menghampiri a...

Antagonis: Realita peran kehidupan

Aku tidak pandai menulis bak penulis cerpen, apalagi novelis. Aku belum suka   pada deskripsi suasana yang begitu detail. Sebab itu maka, tulisan ini tak diawali dengan suasana rintik hujan, atau bisingnya angin Jakarta di malam penutupan Asian Games ini. *** Besok, aku tak tahu apakah aku masih bisa menjemput hari. Sebab malam ini terlalu gelap. Semester tiga yang kelam, dilengkapi dengan semester empatku yang gelap. Sempurna sudah. Oh iya, sadarkah kamu tentang dirimu itu? pernah atau seringkah kamu menanyakannya? Aku sendiri kadang takut saat memikirkanku. Bisa begitu, yaa. *** Waktu sudah menunjukkan pukul 23.06 dan seharusnya aku beranjak tidur. Sebab meski tak tahu aku masih di sini atau tidak, tapi rencananya, esok adalah hari H acaraku dan kawan-kawan. Tapi entah, pikiranku masih mengawang-awang. “Bagaimana bisa tidur jika kata-kata itu tak berwadah? Tak dituang?” Kalau aku, sulit sekali jika membiarkan kata itu diam membeku dan beranak-pinak hanya di dal...